all category

Teror bom di Jakarta

Teror kembali mengoyak wajah negeri ini. Bom berdaya ledak tinggi memporakporandakan dua hotel mewah di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/7). Bom meledak di Restoran Syailendra Hotel JW Marriott sekitar pukul 07.45 WIB. Dua menit kemudian atau pukul 07.47 WIB ledakan dahsyat kembali menggelegar. Kali ini berasal dari restoran Mutiara Hotel Ritz Carlton.

Hasil penyelidikan sementara termasuk rekaman dari close circuit television atau CCTV, polisi mengidentifikasi kejadian ini sebagai bom bunuh diri. Pria bertopi, membawa tas ransel di dada, dan tas troli diduga kuat sebagai pelaku. Dari rekaman itu pula diketahui beberapa menit setelah ia memasuki Restoran Syailendra di Marriott, bom berkekuatan tinggi meledak.

Tercatat sembilan korban tewas dan 52 orang terluka dalam ledakan di dua lokasi itu. Enam korban tewas ditemukan di Hotel JW Marriott dan dua lainnya di Ritz Carlton. Sementara seorang korban tewas di rumah sakit dan puluhan lainnya terluka. Di antara korban tewas tiga di antaranya warga asing yaitu Timothy McKay warga Selandia Baru, Nathan Verity, dan Craig Sanger yang merupakan warga Australia.

Polisi mendapati potongan kepala seorang pria yang menjadi salah satu korban. Pria ini sempat diduga sebagai sang bomber. Sebuah laptop ditemukan di antara puing-puing reruntuhan Marriott. Jenis dan bahan bom yang digunakan di kedua tempat sama. Bom berdaya ledak tinggi dengan tambahan komposisi material besi seperti mur dan baut sengaja untuk memperkuat daya rusak dan efek luka pada korban.

Bom yang belum sempat meledak juga ditemukan di lantai 18 kamar 1808 Hotel JW Marriott. Identifikasi polisi menyebutkan para pelaku menginap di Marriott sejak 15 Juli lalu. Inisial N yang disebut-sebut polisi mengarah pada satu nama, Nurdin Azis yang terdaftar sebagai penghuni kamar 1808 Hotel JW Marriott.

Nurdin Azis diduga kuat sebagai pengikut Noordin M. Top, otak teroris paling dicari di negeri ini. Belakangan muncul pula nama Nur Said alias Nur Hasbi. Nur Said disebut-sebut sebagai teman Asmar Latin Sani, pelaku bom bunuh diri di hotel yang sama pada 2003. Namun polisi belum bisa memastikan kedua nama itu merujuk pada orang yang sama.

Lantas benarkah sel-sel terorisme masih bergentayangan di negeri ini? Siapa dalang teror bom yang merenggut banyak nyawa itu? Dan mengapa Indonesia menjadi target empuk para teroris? Saksikan selengkapnya dalam tayangan Sigi 30 Menit edisi Rabu, 22 Juli 2009.(YNI/VIN)


Artikel Lainnya